Home Informasi Kapan Harus Berubah Dan Memperbaiki Diri

Kapan Harus Berubah Dan Memperbaiki Diri

6
0

Kapan Harus Berubah Dan Memperbaiki Diri
Setiap diri kita tentu pernah mengalami masa stagnan dan berhenti seakan berjalan ditempat dan tak ada perubahan. Usaha tak maju-maju bahkan seakan hidup segan mati tak mau, karier tetap ditempat, jabatan tak naik-naik, uang dan materi selalu kekurangan, dan akan lebih parah dan memprihatinkan bila ibadah Kita tetap di tempat dan tak ada kemajuan bahkan semakin hari, semakin menurun kualitas ibadahnya. Sungguh orang seperti itu adalah orang yang sangat rugi baik di dunia maupun di akherat, Na’udzubillah.

 Setiap diri kita tentu pernah mengalami masa stagnan dan berhenti seakan berjalan ditempa Kapan Harus Berubah Dan Memperbaiki Diri

Kita harus sadar dan bangun dari keterpurukan ini, sadarlah kawan,,,, bangunlah dari tidurmu,,,, ingatlah bahwa umurmu terus berkurang walau usiamu bertambah. Dalam bukunya Canfield (1995) berkata ” kebanyakan orang tidak pernah merasakan kualitas hidup yang mereka dambakan”. Karena kebanyakan orang lebih suka merasa nyaman dari pada tidak nyaman karena berubah haluan. Kebanyakan lebih memilih merasa nyaman daripada mereka harus melakukan sesuatu hal yang baru dalam usaha untuk mendatangkan kesuksesan, padahal sebenarnya hidup ini adalah sebuah proses, dan proses adalah sesuatu hal yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman.

Keinginan untuk menghilangkan dan menyingkirkan ketidaknyamanan sering kali dengan cara yang banyak dilakukan orang lain, menempuh jalan yang sama dengan orang lain, meniru yang dilakukan orang lain. Kebanyakan orang lebih suka bekerja pada sebuah perusahaan dari pada membuat sebuah perusahaan sendiri dengan berbagai alasan. kenapa? karena Anda mengikuti jalan pikiran orang pada umumnya.

Salah satu contoh, disebuah daerah ada yang sukses membuka warung, maka rame-rame buka warung, satu orang sukses bisnis kue, rame-rame bikin kue, satu orang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), rame-rame ndaftar PNS, satu orang sukses sekolah jadi perawat kesehatan, rame-rame masuk Perguruan Tinggi perawat kesehatan. kenapa demikian? Karena kebanyakan orang mengikuti jalan pikiran orang pada umumnya. Kebanyakan orang tidak mau menanggung resiko, kebanyakan orang ingin kenyamanan tanpa usaha dan tantangan. Padahal jika kita berpikir sedikit melebar dan menempuh jalur lain dan sedikit mengasah keberanian justru akan mencapai keberhasilan dan kesuksesan luar biasa.

Cara pandang masyarakat umum akan menjadi penghambat kemajuan bagi mereka sendiri untuk mendapatkan kesuksesan. Namun untuk mengubah  cara pandang Mereka tidaklah semudah membalik telapak tangan, perlu proses, perlu waktu, perlu keberanian, butuh suport. Orang bijak berkata ” jika Anda meneruskan pekerjaan yang biasa anda kerjakan, selamanya anda hanya akan mendapatkan hasil seperti yang biasa anda dapatkan”. renungkanlah kata-kata bijak tersebut.

allah subhaanahu wata’ala berfirman dal Surat Ar-Rad ayat 11:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Atinya:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

Bila kita sudah berada pada satu titik jenuh, dan merasa harus melakukan satu perubahan dalam hidup, Maka jangan lupa, perencanaan harus matang, coba perhatikan beberapa hal di bawah ini:

1. Definisikan apa yang ingin anda rubah
Merubah bukan berarti menghilangkan sama sekali hal yang sudah ada. Menurut Canfield (1995), “Bila perubahan dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas hidup anda, maka perhatikan hal-hal berikut:
a. Kenali hal yang menghasilkan, lalu lakukanlah lebih banyak lagi.
b. Kenalilah hal yang tidak menghasilkan dan sia-sia, maka hentikanlah dan tinggalkan.
c. Mencoba hal-hal baru dan jangan takut gagal, karena kegagalan adalah sukses yang tertunda.

2. Kapan saat yang tepat untuk merubah
Bila anda ingin menghentikan pekerjaan lama dan berpindah haluan, jangan terburu-buru. Lihat sejauh mana anda siap untuk itu.
Apakah benar anda mau berpindah haluan, jangan-jangan anda dalam melakukan pekerjaan lama belum maksimal dan belum sepenuh hati dan segenap kemampuan anda. anda harus mengevaluasi pekerjaan anda terlebih dahulu sebelum anda mengambil keputusan baru.

3. Buatlah Visi dan Misi yang kokoh 
Tak peduli di belahan bumi mana kita tinggal, jalan mana yang kita tempuh, jenis usaha apa yang kita jalani, karier apa yang sedang kita kembangkan, cita-cita apa yang sedang kita coba capai dan kita perjuangkan. jangan lupa visi yang kokoh yaitu mendapatkan ridlo daro Allah Subhaanahu wata’ala.
Berpindah-pindah tempat kerja, usaha, semua itu tidak akan ada artinya bila visi dan motivasi kita hanyalah uang dan uang, harta benda, Orientasi uang, harta, benda, karier, jabatan, dan hal lain yang bersifat keduniaan tidak akan pernah membuat kita merasa cukup, dan pada akhirnya akan sengsara karena kita tidak tahu dibatas mana kita akan berhenti.

Robert Kiyosaki, seorang ahli investasi, mengatakan ” Uang adalah sebuah ilusi, bayangkan ada seekor keledai yang menarik sebuah kereta dengan pemiliknya melambaikan sebuah wortel di depannya. Setiap kali Keledai melangkah untuk menggapai wortel, si pemilik kereta memajukan wortel tersebut. Betapaun Keledai terus maju, wortel itu juga ikut maju hingga tak pernah tergapai, Keledai hanya mengejar ilusi, seperti manusia mengejar uang”.

Dalam Islam diajarkan, ” Bekerjalah untuk bersyukur pada Allah”, Menggapai ridho-Nya, dengan demikian Allah akan mencukupi kebutuhanmu. Jadi keputusan untuk merubah atau tidak visi kita tetaplah untuk mendapatkan Ridho Allah Subhaanahu wata’ala.

4. Kenali segala konsekuansi perubahan
Untuk mencapai keberhasilan kesuksesan pastilah harus ada pengorbanan, ada harga yang harus dibayar. Berpindah kerja berarti mengorbankan pekerjaan lama, teman lama, kantor lama, gaji lama. Berpindah kerja juga berarti harus menyiapkan mental untuk menghadapi lingkungan baru, belajar hal baru, menghadapi teman baru, bos baru.
Berpindah kerja berarti meninggalkan kebiasaan lama, pelanggan lama, cara kerja lama dan bersiap menghadapi hal-hal baru.

Ingatlah sesuatu yang baru jelas tidak nyaman, seperti halnya kita belajar naik sepeda, ada rasa tak nyaman, rasa takut, rasa sakit, luka, was-was dan lain sebagainya. Namun karena tekad dan niat yang kuat untuk bisa dan berani menanggung resiko, beberapa minggu kemudian kita sudah asyik dan nyaman meluncur di jalanan dengan senang hati.

5. Lakukan dengan Sepenuh hati
Apapun pekerjaan kita, kalau kita melakukannya tidak sepenuh hati maka kita tidak akan pernah merasa nyaman dan damai. Nikmatilah pekerjaan kita apapun bentuknya. lihatlah mereka orang-orang yang berada di bawah kita (orang fakir, miskin, cacat, dan yang lebih kekurangan), dengan begitu kita akan bisa bersyukur.

6. Lakukan dengan kreatif
Marion adalah seorang Ibu dari dua anak yang masih kecil, dicerai suaminya, menderita penyakit kanker, dibebani hutang yang menumpuk. lalu kenapa setelah kesulitan hidup tersebut Ia mampu menjadi wanita pebisnis ulung dan mendapat penghargaan sebagai “Avon’s Womwe of Entreprise”.

Begini ceritanya:
Saya tidak hanya bereaksi pada nasib buruk, namun saya berani merubah krisis menjadi sebuah kesempatan dengan menggunakan intuisi dan kretivitas. Ya Mario berhasil mengembangkan bisnis dealer mobil dengan kretivitasnya, menyenangkan pelanggan adalah salah satu dari cara kreativitas. Sudahkah anda mencoba membuat senang pelanggan anda?, sudahkah anda melaksanakan pelayanan prima pada nasabah anda?

Kretivitas memang dapat merubah kesuksesan kita. ga percaya….? Coba simak kisah ini:

Seorang karyawati WARTEG (Warung Tegal) mengeluh pada Bosnya, bahwa usaha mereka hampir bangkrut dan gulung tikar, sebabnya para pengunjung yang makan hampir semuanya menghutang. Mendengar hal tersebut si Bos menulis pengumuman dengan kalimat besar-besar yang ditempel pada pintu WARTEG: “MAAF, TIDAK MELAYANI HUTANG”,
Keesokan hari, si karyawati mengeluh lagi pada Bosnya bahwa orang-orang tidakmmau lagi makan di WARTEG itu, mendengar hal tersebut Si Bos mencabut pengumuman yang sudah ditempelkannya dan menggantinya dengan kalimat ” HARI INI BAYAR ESOK BOLEH HUTANG”. Sejak saat itu karyawati tidak mengeluh lagi…

Nah saudaraku,,, sudah siap untuk merubah kehidupanmu kearah yang lebih baik…..?
Peganglah kuat kuat prinsip hidup ini:

“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin
Hari esok harus lebih baik dari hari ini”
Sumber https://www.anekapendidikan.com/