Home Informasi Mitos Sesat Menjadi Ancaman Aqidah Dan Keimanan

Mitos Sesat Menjadi Ancaman Aqidah Dan Keimanan

25
0

Mitos Sesat Menjadi Ancaman Aqidah Dan Keimanan
Selama ini kita sering mendengarberbagai mitos yang bekembang di tengah -tengah masyarakat, bahkan mitos tersebut menjadi isme (kepercayaan) yang dipercaya kebenarannya. Ia diyakini sebagai satu pantangan atau sesuatu yang harus dihindari yang apabila dilanggar, maka akan mendatangkan malapetaka, bencana  bagi orang yang melanggarnya, atau jika sesuatu itu dimitoskan dimiliki oleh seseorang, maka akan mendatangkan keberuntungan (hoki) bagis ipemiliknya.

Rasululloh SAW bersabda dalah sebuah hadits sohih:
Dari Abu Hurairoh ra. Bahwa Rosululloh SAW bersaabda:” Tidak ada Adwa (penularan), tidak ada tathayyur (mengundi nasib dengan burung), dan tidak ada hammah (burung hantu) serta tidak ada shafar (larangan bulan atau hari), dalam riwayat Muslim ditambahkan tidak ada nau’ (rasi bintang) dan tidak ada ghul (hantu). (HR Muslim dan Bukhari).

Hadits di atas merupakan penjelasan dan penegasan langsung dari Rosululloh SAW. Bahwa mitos-mitos yang ada di tengah-tengah masyarakat itu adalah sesat dan menyesatkan, dan tidak membawa manfaat maupun mudharat bagi siapapun. hanya Allah ta’ala yang dapat memberi manfaat dan mudharat kepada siapapun yang Dia kehendaki.

Mitos-mitos yang selama ini dianggap biasa dan wajar, sesungguhnya merupakan bentuk kesyirikan yang luar biasa. Kesyirikan tidak hanya terbatas menyembah sesuatu selain Allah , tetapi juga paham, kepercayaan yang menyimpang dari tuntunan-Nya.
Rasululloh mengibaratkan “kesyirikan bagaikan seekor semut hitam berjalan di tengah kegelapan malam. Maka berhati-hatilah, jangan sampai kita melakukan satu hal yang tanpa terasa termasuk perbuatan syirik, seperti, percaya pada mitos-mitos, percaya pada benda (jimat) atau yang lainnya.

dalam artikel ini saya mencoba menguraikan beberapa mitos-mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dan merupakan bentuk kesyirikan yang harus kita hindari dan tinggalkan.

1.Tidak Ada ‘Adwa (penularan)
Sebab munculnya hadits tersebut adalah sebagai bantahan terhadap pernyataan seeorang Badui kepada Rosulullah Muhammad yang menyatakan, “wahai Rosulullah, sesungguhnya lubang kudis yang ada di bibir unta atau ekornya akan menular pada semua unta. lalu Rosulullah bersabda, ” tidak ada ‘adwa, thiyarah, hammah,, dan shafar, Allah menciptakan setiap jiwa dan menentukan perjalanan hidupnya”. Allohu Akbar, Rosulullah telah menjelaskan seperti itu, mengapa kita harus takut, bingung, dan mempercayai mitos-mitos yang ada di sekitar kita? yakinlah bahwa Allah ta’ala telah menentukan setiap jiwa dan perjalanan hidupnya.

Pernyataan Rasululloh tersebut tidak berarti tidak adanya penyakit menular, tetapi yang dimaksudkan adalah tidak semua penyakit pasti menular kepada orang lain atau binatang lain. Tertular atau tidak tertular tergantung pada kehendak Allah ta’ala. Kalau Allah berkehendak maka tidak ada yang bisa mencegahnya dan sebaliknya jika Allah tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi penularan. Tapi Allah juga mewajibkan kita untuk berusaha (berikhtiar), kearah yang lebih baik. sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-ra’d ayat 11 sebagai berikut:

(11). لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗوَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚوَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Artinya, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

2. Yidak Ada Tathayyur (mengudi nasib dengan jenis burung tertentu)
Kita sering mendengar tentang mitologi burung perkutut atau ayam cemani dengan warna tertentu dengan kriteria tertentu dapat mendatangkan kekayaan, keselamatan, ketenaran, suara burung sebagai tanda bahaya, burung gagak pertanda kematian, bahjkan suara tokek yang dihitung dengan bilangan tertentu akan mendatangkan keberuntungan (hujan atau kemarau) suara ayam jantan yang berkokok dimalam hari/waktu-waktu tertentu mempunyai arti dan masih banyak lagi mitos-mitos yang beredar di tengah masyarakat.

Mempercayai memiliki sesuatu, suara burung, warna lalu menyatakan ini, itu, akan mendatangkan keberuntungan atau kesialan adalah satu kesyirikan yang dapat merusak aqidah sesorang.. Mempercayai mitos semacam itu sama halnya dengan mempercayai sesuatu selain Allah ta’ala.

3. Tidak Ada Hammah (Burung Hantu)
Tidak ada burung hantu, suaranya ataupun tingkah lakunya yang berkaitan dengan nasib seseorang, bila ada mitos yang mengatakan bahwa bila ada suara burung hantu atau binatang malam, yang terbang atau mengeluarkan suara maka, sebagai pertanda kematian, malapetaka atau yang lainnya. Mitos semacam itu jelas merupakan bentuk keyakinan yang menyimpang dan menjerumuskan seseorang pada kesyirikan dan pengrusakan aqidah.

4. Tidak Ada Shafar (larangan bepergian pada hari atau bulan tertentu)
Sering kita dengar orang bilang tidak boleh bepergian pada hari-hari tertentu, bulan-bulan tertentu. Seseorang tidak boleh beraktivitas pada waktu-waktu tertentu, dan masyarakat menentukan sebagi hari baik, hari buruk.

Terkadang disekitar kita masih ada yang percaya bahwa, tidak boleh menikahkan seseorang pada bulan, tanggal,  hari, bahkan tahun tertentu, karena nantinya akan berakibat terjadi perceraian, tidak bahagia, sering bertengkar, kematian atau bencana lainnya.

Mitos semacam itu tidak memiliki dasar sama sekali secara pendekatan spiritual maupun logika. Keselamatan, kebahagiaan, kemalangan atau kemujuran seseorang itu tergantung dari ikhtiar dan usaha seseorang serta ketentuan Allah swt.

5. Tidak Ada Nau’ (ramalan bintang)
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan tekhnologi, kehebatan seseorang untuk mempromosikan hasil pemikirannya terkadang menjerumuskan orang lain kearah kesyirikan. misalnya ramalan bintang, zodiak (horoscope).

Menurut Imam Abu Qatadah sebagaimana dikutip oleh Imam Bukhari bahwa, Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga hal yaitu: penghias langit, pelempar syetan, dan petunjuk arah bagi orang yang tidak mempunyai kompas.

Dalam sebuah hadits dijelaskan:

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532)

Bahwa siapa saja yang mendatangi dukun lalu membenarkan ramalannya berarti dia telah ingkar pada ajaran Rasulululloh SAW dan syirik pada Allah ta’ala. dalam kajian aqidah islamiyah, mereka yang membaca, melihat ramalah bintang dan mempercayainya dan meyakini kebenarannya maka ia telah terjebak dalam kesyirikan yang sangat besar. Astagfirullahal’adziim.
 maka kewajiban kita untuk selalu mengingatkan saudara kita untuk tidak menganggap sepele persoalan yang justru dapat merusak keimanan seseorang.

6. Tidan Ada Ghul (hantu)
Tayangan di televisi banyak yang berbau mistik termasuk mitos tentang suatu tempat, rumah, pohon, batu, gunung, kali, jembatan, hantu, kuburan atau lainnya. Tayangan tersebut jelas tidak hanya sebagai tayangan hiburan tapi sekaligus sebagi media takhayul dan khurafat yang dapat mencemari aqidah keimanan seseorang.

Hantu bukan berasal dari arwah seseorang yang telah meninggal dunia, karena arwah seseorang yang telah meninggal dunia berada dialamnya sendiri yaitu alam kubur. Arwah yang sudah meninggalkan jasadnya tidak bisa menampakkan dirinya di dunia, bahkan mereka sedang sibuk dengan siksa alam kubur (bagi mereka yang disiksa karena perbuatannya selama di dunia), atau mereka sedang istirahat (tidur) (bagi mereka yang beramal baik dan menfapat ampunan Allah ta’ala) sampai datangnya hari kiamat.
Dijelaskan dalam surat Al-Mu’minun atay 99-100:

{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100) }

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan­nya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.

Allah Swt. menceritakan tentang keadaan orang yang sedang menjelang kematiannya dari kalangan orang-orang kafir atau orang-orang yang melalaikan perintah Allah Swt. Diceritakan pula perkataan mereka saat itu dan permintaan mereka untuk dapat dikembalikan lagi ke dunia untuk memperbaiki apa yang telah dirusakkannya selama hidupnya. Karena itu, disebutkan dalam firman-Nya:

{رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا}
Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. (Al Mu’minun: 99-100)

Yang menampakan diri sebagai hantu adalah Syetan,Jin yang jahat yang bertujuan untuk mengganggu manusia. Rasulullah SAW mengajarkan pada kita untuk selalu memohon perlindungan pada Allah SWt dari godaan dan gangguan Syetan dan Jin. Rasululloh bersabda:

” Jika Ghailan (hantu jin) muncul, segeralah beradzan atau berdzikir untuk mendapatkan perlindungan Allah SWT dan menjadikan mereka lari pontang-panting”.

Dari  keterangan Al-Qur’an dan hadits tersebut di atas, semakin jelas bahwa mitos-mitos yang ada dimasyarakat adalah hal yang tidak benar dan salah satu bentuk kesyirikan dan menjadi ancaman aqidah dan keimanan seseorang kalau kita mempercayai dan meyakininya. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah ta’ala dan selalu terhindar dari kesyirikan yang dilaknat Allah.
Sumber https://www.anekapendidikan.com/