Home KELAS 5 Memahami seluk beluk HIV/AIDS (Kesehatan Reproduksi Remaja)

Memahami seluk beluk HIV/AIDS (Kesehatan Reproduksi Remaja)

5
0

Memahami seluk beluk HIV/AIDS, NAPZA (Kesehatan Reproduksi Remaja)
Kesehatan reproduksi remaja merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Karena kesehatan reproduksi menentukan kesehatan generasi penerus dan keturunannya. Anda sebagai Orangtua harus memberikan pendidikan dan pemehaman secara benar dan serius mengenai kesehatan reproduksi anak Anda agar Mereka bisa menjaga dengan baik.

 Kesehatan reproduksi remaja merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan Memahami seluk beluk HIV/AIDS (Kesehatan Reproduksi Remaja)

Tidak usah malu apalagi takut, karena dianggap tabu dan saru. Tidak! Memberikan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi pada anak lebih baik dilakukan oleh orangtuanya daripada anak mendapatkan pengetahuan tersebut dari orang lain diluar rumah.

Dalam artikel ini saya mengulas tentang kesehatan reproduksi kaitannya dengan penyakit memetikan yaitu HIV atau AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Anda khususnya harus paham dan mengerti tentang HIV/AIDS, dan umumnya masyarakat juga harus tahu, sehingga mereka tidak salah memahami dan menafsirkan tentang penyakit ini. sehingga Anda dan Masyarakat dapat mendeteksi sedini mungkin dan mencegah tertularnya penyakit AIDS/HIV.

Pengertian HIV/AIDS
Singkatan: HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh

Singkatan: AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
Kumpulan berbagai penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh

Asal HIV/AIDS
belum diketahui dari mana dan kapan HIV/AIDS muncul

Penemu HIV/AIDS
Dr. Luc Montaigner, dkk
Dr. Robert Gallo
J. Levy
Komisi Taksonomi International

Tahap Perubahan HIV Menjadi AIDS
Perkembangan HIV menjadi AIDS ada tiga fase atau tahap
Fase 1
Umur infeksi: 1 – 6 bulan
Belum terdeteksi tes darah
Belum terlihat gejala fisik

fase 2
Umur infeksi: 2 – 10 tahun
Sudah terdeteksi tes darah
Belum terlihat gejala fisik
Sudah dapat menularkan

Fase 3
Umur infeksi: variatif
Sudah terlihat gejala (sakit)
Belum disebut AIDS

Fase 4
Umur infeksi variatif
Muncul infeksi oportunistik
Sudah disebut AIDS

Cara Penularan HIV/AIDS
Media yang dapat menularkan penyakit ini adalah dengan beberapa cara yaitu:
1. Cara Hubungan Sosial
Cairan darah
Cairan sperma
Cairan vagina

Hubungan seks tidak aman :
Berganti-ganti pasangan
Tidak menggunakan kondom

2. Cara Transfusi darah
Menggunakan darah yang tercemar virus HIV

3. Cara Penggunaan Jarum Suntik
Menggunakan jarum suntik yang tidak steril (tercemar virus HIV)
Menggunakannya secara bergantian

4. Ibu Hamil Kepada Bayinya
Antenatal (sebelum bersalin)
Intranatal (ketika bersalin)
Postnatal (setelah bersalin)

Pernyataan yang salah seputar penularan hiv / aids
Banyak di antara kita kadang salah pemahamen mengenai cara penularan HIV/Aids. Berikut merupakan pemehaman yang salah mengenai cara penularan penyakit ini:

Melaui makanan-minuman
MelaluiUdara, air
Serangga (nyamuk, dll)
Batuk, bersin, ludah
Bersentuhan
Bertukar Pakaian

Salah satu peluang tertularnya HIV/AIDS adalah Penggunaan  NAPZA
(Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).
Satu lingkaran setan yang sulit dipisahkan. Dengan penggunaan Napza seseorang akan kehilangan rasa malu dan lupa akan jati dirinya sehingga ia akan berbuat, bertingkah laku seperti hewan dan kehilangan akal sehatnya.

Narkotika
zat-zat alamiah maupun sintetik dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya yang mempunyai efek psikoaktif (menurunkan/mengubah kesadaran)

Alkohol
Zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat

Psikotropika
zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif
(perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku)

Zat Aditif
– zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan
– Berbahaya karena bisa mematikan sel otak.

Jenis-Jenis NAPZA
A. Bahan Natural
Ganja (meriyuana)
Candu
Cocaina
Jamur
Kaktus
Tembakau
Pinang
Sirih
Kafein
morfin

B. Bahan Sintetis
Methamphetamin /shabu-shabu
Amphetamin
Kodein
Lem,
Opium
kokain (crack)
MDMA (Ecstasy)
alkohol
LSD
Heroin (putaww)

Penyalahgunaan NAPZA
Pengertiannya adalah
Yang….
bukan untuk pengobatan/tanpa pengawasan dokter

Tahap Pengguna NAPZA
1. Coba-coba
Karena rasa ingin tahu
Supaya diakui kelompok

2. Sosial/Rekreasi
utk bersenang-senang
utk santai
Biasanya ketika rekreasi
Biasanya berkelompok

3. Situasional
dipakai bila:
Tegang
Sedih kecewa

4. Ketergantungan
Tidak bisa tidak menggunakan/harus
Rela melakukan apa saja untuk mendapatkan

Faktor Penyebab Menggunakan NAPZA
1. Faktor Internal
Faktor individu
kurangnya konsep diri akan nilai-nilai baik

2. Faktor Eksternal
Faktor Lingkungan
pengaruh, dorongan atau gaya hidup

3. Zat yang dikandung dalam NAPZA
Faktor Ketergantungan
adanya ‘kenikmatan’ dari efek yang ditimbulkan

Dampak Menggunakan NAPZA

A. Fisik
Gangguan :
Sistem saraf
Jantung
Pembuluh darah
Kulit
Paru
Darah
Pencernaan
Otot dan tulang

Lain-lain:
Hepatitis
kematian

B. Psikologik
Depresi
Paranoid
Ingin bunuh diri

Gejala:
Intoksikasi
Toleransi
Putus obat
ketergantungan

Sosial-ekonomi
Aspek kesehatan
Aspek sosial psikologis
Aspek keamanan
Aspek ekonomi

Lalu bagaimana upaya penanggulangan mengenai Napza:

1. Preventif
Mengurangi pasokan
Mengurangi permintaan
Mengurangi dampak buruk

2. Kuratif
Fase penerimaan awal
Fase detoksifikasi
Terapi komplikasi medik

3. Rehabilitatif
Fase stabilisasi
Fase sosialisasi masyarakat

Pencegahan Umum Penyakit HIV/AIDS
A . Abstinence (pentang mendekati hubungan seks bebas)
B . Be faithful (setialah pada pasangan Anda)
C . Condom (menggunakan pengaman)
D . Drugs (katakan “TIDAK” pada Narkoba)
E . Equipment (penggunaan peralatan secara umum)
F. Takutlah pada adzab Allah SWT dan perdalam Ilmu Agama

Pencegahan HIV/AIDS Bagi Pengguna NAPZA
Berhenti menggunakan sebelum tertular.
Atau paling tidak:
Tidak memakai jarum suntik

Atau paling tidak:
Sekali pakai, buang jarum suntik

Atau paling tidak:
Pakai berulang, tapi utk sendiri saja

Atau paling tidak:
Pakai bergantian, tapi seterilisasi dulu

Pencegahan HIV/AIDS Untuk Remaja 
Tidak melakukan seks pranikah
Mencari info tentang HIV / AIDS
Mendiskusikan HIV / AIDS
Tidak menggunakan NAPZA (khususnya metode suntik)

Pencegahan HIV/AIDS Untuk Orang Dewasa Suami/Istri 
Tidak melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan
Tidak melakukan hubungan seks dengan sesama jenis
Mencari info tentang HIV / AIDS
Mendiskusikan HIV / AIDS
Tidak menggunakan NAPZA (khususnya metode suntik)

Bagaimana Mengetahui Terjangkit/tidak Penyakit HIV/AIDS
Tes darah
Ada dua tes (bisa pilih) :
Tes Elisa
Tes Western Blot

Syarat tes
Syarat:
Rahasia
Disertai konseling
Sukarela

Prosedur tes

Pengobatan Penyakit HIV/AIDS
Sampai saat ini belum ada obatnya

Belum ada obat yang menyembuhkan.

Baru ada obat yang menghambat virus

Kalaupun ada, sifatnya kasuistik.

Jenis obat yg ada
Antiretroviral sifatnya hanya menghambat virus berkembang biak

Infeksi oportunistiksifatnya hanya mengobati penyakit lain (yang muncul sebagai efek samping kekebalan tubuh yang rusak)

Maka berhati-hatilah. Jagalah keluarga Anda.
Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati.


Sumber https://www.anekapendidikan.com/