Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019

Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019

Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019 – Kisi-kisi merupakan rujuan dalam menyusun soal yang bersifat umum, sehingga dalam menyusun kisi-kisi soal diperlukan pemahaman yang mendasar keterkaitan kompetensi pada satuan pendidikan, serta kompetensi yang akan dicapai peserta didiknya. Hal ini berlaku untuk penyusunan soal dalam bentuk apapun.

kisi merupakan rujuan dalam menyusun soal yang bersifat umum Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019
Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019

Tujuan utama diadakannya ujian praktek sebenarnya untuk menambah nilai peserta didik apabila nilai dari pengetahuannya kurang, di sinilah tujuan diadakannya ujian praktek. Karena pada dasarnya masing-masing peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang mampu dalam pengetahuan nilai prakteknya kurang dan juga sebaliknya. Maka dari itu alangkah baiknya sebelum memulai praktek harus tahu apa saja yang akan dijadikan bahan untuk praktek tersebut.

Download juga: Soal Ujian Praktek SD Tahun 2019 Lengkap

Agar lebih jelas lagi mengenai apa saja yang akan dipraktekkan maka lihat dulu filenya pada postingan  ini. Dan juga boleh langsung di unduhnya agar bisa dijadikan bahan untuk pembelajaran dalam prakteknya. Kelengkapan materi dapat langsung didownload di bawah ini.

Demikian ulasan singkat materi Kisi-Kisi Soal Ujian Praktik SD tahun 2019 semoga bermanfaat, mohon maaf atas segala kekurangan.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019

Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019

Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019 – Akreditasi Sekolah/Madrasah diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN-S/M) dibantu oleh Badan Akreditasi Propinsi Sekolah dan Madrasah (BAP-S/M) yang didasarkan pada empat pilar. Pertama, perangkat yang bermutu. BAN-S/M berusaha menyempurnakan Perangkat Akreditasi sebagai alat penilaian mutu pendidikan yang valid dan realiable dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan-peraturan yang terkait.

 Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun  Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019
Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019

Perangkat yang bermutu terdiri atas Instrumen, Petunjuk Teknis, Data dan Informasi Pendukung serta Teknik Penskoran. Perangkat Akreditasi disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga tidak menimbulkan salah pengertian dan perbedaan pendapat antara S/M dengan asesor.

Perangkat disusun dengan lebih sederhana sehingga memudahkan S/M dalam mempersiapkan akreditasi dan pada saat visitasi. Perangkat Akreditasi dapat diakses melalui website BAN-S/M, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan media lainnya sehingga dapat dipelajari.

Pilar kedua adalah asesor yang bermutu. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan keterbukaan, BAN-S/M mensyaratkan usia asesor 35-60 tahun, pendidikan sekurang-kurangnya S1, memiliki pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan yang relevan, dan mahir komputer. Bagi asesor dari profesi guru harus berasal dari S/M yang terakreditasi. Asesor juga harus memiliki kecakapan sosial dan berkepribadian luhur. Asesor yang tidak mematuhi kode etik dapat diberhentikan. Rekrutmen asesor dilaksanakan secara terbuka melalui pengumuman di media massa atau pemberitahuan ke lembaga terkait.

Setiap orang yang melamar sebagai asesor harus mengikuti tes tulis, wawancara, penilaian portofolio, dan pelatihan calon asesor. Asesor bukanlah mereka yang ditunjuk tetapi kalangan profesional yang diseleksi dengan ketat. Asesor adalah salah satu pelaku utama Akreditasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga kepribadian mereka menentukan citra BAN-S/M dan hal-hal lain yang terkait dengan akreditasi.

Pilar ketiga adalah manajemen yang bermutu. BAN-S/M berusaha memperbaiki sistem manajemen baik yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan kegiatan. monitoring dan evaluasi. Proses penetapan kuota dan S/M diperbaiki sehingga lebih cepat, adil, dan objektif. Usaha penyempurnaan manajemen dapat dilihat dari perubahan prosedur operasional standar (POS). Melalui POS pihak-pihak yang terkait dengan Akreditasi khususnya BAP-S/M dan Kepala S/M dapat melaksanakan kegiatan dengan benar. Termasuk ke dalam pilar ketiga adalah pertanggungjawaban keuangan yang benar, kinerja, dan komunikasi yang semakin baik.

Pilar keempat adalah hasil-hasil yang bermutu. BAN-S/M mulai mengembangkan sistem database yang memuat hasil dan peringkat Akreditasi. Hasil-hasil Akreditasi terintegrasi dengan data pokok pendidikan, dan memuat data tentang keadaan S/M sehingga menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan. BAN-S/M mencatat beberapa Daerah mulai menjadikan hasil Akreditasi sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan. BAN-S/M senantiasa memberikan data-data yang lengkap dan mutakhir (available), mudah diakses (accessable), dan bermanfaat (beneficial). Berbagai pihak dapat mengolah dan memanfaatkan hasil Akreditasi untuk kepentingan studi, pemetaan mutu pendidikan, dan perencanaan pembangunan.

Download juga:

Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019

Pedoman Akreditasi Sekolah Tahun 2019

Alur Tercepat Pengisian SisPena 2018

Persyaratan Akreditasi PAUD (TK RA KB TPA BA) Tahun 2018

Perangkat Akreditasi Terlengkap SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK Tahun 2018

Sekolah/Madrasah yang telah ditetapkan kelayakannya untuk divisitasi, harus divisitasi oleh asesor yang ditugaskan oleh BAP-S/M. Visitasi adalah kegiatan verifikasi, validasi, dan klarifikasi data dan informasi yang telah diisi oleh Sekolah/Madrasah dalam Sispena-S/M melalui wawancara dan observasi terhadap kondisi objektif Sekolah/Madrasah. Kepala Sekolah/Madrasah mengawali dengan penjelasan profil Sekolah/Madrasah kepada asesor. Asesor melakukan observasi dan mendokumentasikan kondisi sarana dan prasarana serta lingkungan Sekolah/Madrasah. Sekolah/Madrasah menunjukkan dokumen, data, dan informasi pendukung terkait pemenuhan 8 SNP. Asesor melakukan verifikasi, validasi, klarifikasi, dan penilaian sesuai instrumen akreditasi berdasarkan data, dokumen, dan hasil pengamatan.

Masing-masing asesor juga wajib melakukan observasi kelas yang berbeda minimal 2 (dua) jam pelajaran. Dalam observasi kelas, asesor akan mengamati kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, dan penutup. Kesesuaian model pembelajaran, metode, dan media juga merupakan poin penilaian.

File download berikut:

Demikian ulasang singkat materi tentang Pedoman dan Perangkat Akreditasi Lengkap Tahun 2019 semoga bermanfaat.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019

Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019

Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019 – Dalam menghadapi perubahan ketentuan dalam akreditasi tersebut, sebaiknya sekolah merespon dengan persiapan akreditasi yang matang. Persiapan yang matang dapat dilakukan apabila seluruh warga sekolah benar-benar bekerja secara profesional. 
 Dalam menghadapi perubahan ketentuan dalam akreditasi tersebut Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019
Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019
Karakter kerjasama, ikhlas, kerja keras, disiplin, mandiri harus selalu diamalkan oleh semua warga sekolah. Akreditasi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu, oleh karena itu sekolah sebaiknya memiliki sistem penjaminan mutu internal untuk menuju pemenuhan mutu. 
Sekolah yang bermutu tidak equivalen dengan ketersediaan tumpukan dokumen. Namun pembiasaan menulis apa yang akan dilakukan, lakukan apa yang ditulis, dan menulis apa yang telah dilakukan merupakan langkah sederhana dari sistem panjaminan mutu. 
Jika langkah sederhana ini dilakukan maka dokumen program akan tersedia sebagai panduan pelaksanaan, pelaksanaan program sesuai dengan rencana, akhirnya laporan pelaksanaan program beserta evaluasi dan tindaklanjut terwujud tanpa perlu rekayasa.
Persiapan awal dalam pelaksanaan Akreditasi Tahun 2019 yang paling mendasar dan perlu dipersiapkan meliputi:
  1. Fotokopi sah surat izin operasional.
  2. Daftar siswa setiap kelas.
  3. Daftar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  4. Pernyataan pemberlakuan kurikulum
  5. Daftar Kelulusan Siswa satu tahun terakhir
  6. Gambar lanskap tanah dan surat ijin penggunaan lahan.
  7. Gambar/tata bangunan sekolah.
  8. Surat  Keterangan Hak Atas Tanah
  9. Fotokopi sertifikat akreditasi

Rujukan pelaksanaan Akreditasi Tahun 2019 adalah:
  1. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana
  2. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
  3. Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
  4. Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
  5. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi
  6. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
  7. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
  8. Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Dasar
  9. Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Nomor 082/BAN/SM/SK/2018 tentang Prosedur Operarional Standar Akreditasi Tahun 2018

Download juga: Perangkat Akreditasi 2019 Semua Jenjang Sekolah

Selengkapnya materi yang dapat dipersiapkan terdiri dari:

Demikian ulasan singkat materi Syarat Utama Akreditasi Tahun 2019 semoga dengan adanya materi ang kami persiapkan untuk didownload tesebut dapatlah menjadikan berbagai kemudahan dan sekaligus dapat melengkapi sebagian persyaratan.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap

Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap

Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap – Sebuah kegiatan akhir tahun yang dilaksanakan oleh peserta didik kelas 6 atau kelas terakhr pada jenang Sekolah Dasar (SD/MI) adalah melaksanakan ujian praktik peserta didik kelas 6 yang sudah biasa akan dilaksanakan pada bulan April pada setiap tahunnya.

 Sebuah kegiatan akhir tahun yang dilaksanakan oleh peserta didik kelas  Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap
Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap

Perlu persiapan yang matang dan tepat baik dari pihak penyelenggara maupun peserta didik, karena hal ini termasuk pula kegiatan akhir tahun pelajaran. Untuk itulah panitia ujian kelas 6 sudah dipastikan mengadakan rapat kordinasi pelaksanaan ujian praktek tersebut yang diikuti seluruh dewan guru guna menentukan materi-materi yang akan diujikan.

Dalam pemaparannya panitia ujian yang tertuang pula sebuah Surat Keputusan (SK) kegiatan ujian praktek menjelaskan bahwa ujian praktik kelas 6 akan dilaksanakan pada tanggal 1– 4 April 2019. Untuk itulah para guru penguji maupun guru mata pelajaran agar membuat kisi kisi dan soal yang akan diujikan, dan diharapkan awal bulan Maret kisi kisi dan soal sudah diserahkan kepada panitia untuk ditashih.

Selanjutnya jumlah pelajaran yang diujipraktikan berjumlah 8 mata pelajaran, diantaranya adalah Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK), Pendidikan Jasmani dan Olahraga (PJOK), Bahasa Jawa (Mulok), Pertanian (Mulok), dan Bahasa Inggris (Mulok) dan biasanya terdapat mata uji tambahan yaitu tata Boga (memasak).

Ujian praktek merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dengan ujian tertulis, maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ujian tulis atau ujian nasional akan menjadi rangkaian terakhir dalam kegiatan kelulusan siswa kelas 6. Oleh karena itu seorang kepala sekolah diwajibkan berpesan kepada guru pengajar untuk mempersiapkan anak didiknya agar memahami dan menguasai materi materi yang akan diujikan, sehingga kelulusan tahun ini mendaptkan hasil/nilai yang memuaskan dan kesemuanya lulus murni 100%.

Download juga:

Soal Tryout SD Tahun 2019

Soal Penilaian Akhir Semester K13 Revisi

Soal UKK SD/MI Kelas 3 Lengkap

Berikut materi Soal Ujian Praktek SD Tahun 2019 yang telah kami kemas secara lengkapnya.

Demikian uraian singkat materi Soal Ujian Praktek SD tahun 2019 Lengkap semoga akan membawa manfaat bagi satuan pendidikan khususnya peserta didik, maupun pendidik khusus yang mengajar mata pelajaran yang diujikan serta guru kelas 6 pada khususnya.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

SK Panitia Tryout Tahun 2019

SK Panitia Tryout Tahun 2019

SK Panitia Tryout Tahun 2019 – Surat keputusan dari kepala sekolah yang biasanya berisi tentang pembagian tugas ini sangat dibutuhkan sebagai dasar penunjukkan panitia ujian sekolah. Surat yang dimaksud harus mengandung tanda tangan dan telah distempel oleh kepala sekolah. Hal ini dimaksud agar menyatakan bahwa surat itu benar-benar dikeluarkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan 
 Surat keputusan dari kepala sekolah yang biasanya berisi tentang pembagian tugas ini sang SK Panitia Tryout Tahun 2019
SK Panitia Tryout Tahun 2019
SK (Surat Keputusan) kegiatan Tryout SD Tahun 2019 sudah barang tentu disusun oleh kepala sekolah guna pertanggung jawaban sebuah kegiatan yang dilaksanakan disekolah. Sehingga guru yang diberi mandat untuk melaksanakan kegiatan tersebut mempunyai payung hukum yang jelas.
SK panitia Tryout dapat difungsikan sebagai lampiran dalam menyusun laporan pertanggung jawaban Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan mengacu pada Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS). 
Download juga;

Soal Matematika K13 Kelas 4 SD Semester 2

Buku Guru K13 Revisi 2018 Kelas 3 Tema 5,6,7,8 Semester 2

Pemetaan KD dan Tema K13 Kelas 1 Semester 2

Aplikasi Administrasi USBN SD/MI tahun 2018

Jurnal Mengajar K13 Kelas 2 Semester 2

Sebenernya SK Panitia Tryout apabila dicermati cukup mudah dalam menyusunnya,namun untuk mempermudah telah kami siapkan file yang tinggal diedit pada menu Download berikut ini;

SK Tryout 1 Tahun Pelajaran 2018-2019.xlsx

SK Tryout 2 Tahun Pelajaran 2018-2019.xlsx

Demikian uraian singkat SK Panitia Tryout Tahun 2019 semoga bermanfaat


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SDLB, SMPLB, SMALB, atau SLB

Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SDLB, SMPLB, SMALB, atau SLB

1. Pengembangan Perpustakaan 
a.      Penyediaan Buku Teks Utama 
1)       Penyediaan buku teks utama yang belum dimiliki oleh Sekolah. 
2)    Mencetak buku utama braille yang diperlukan melalui pemesanan ke Sekolah yang memiliki mesin cetak braille. 
3)    Buku teks utama yang dapat digandakan atau dicetak oleh Sekolah, diambil dari laman resmi www.pklk.kemdikbud.go.id atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). 
4)   Buku teks utama yang digandakan oleh Sekolah harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di Sekolah sepanjang tidak ada perubahan ketentuan dari Kementerian. 

b.  Membeli buku nonteks yaitu antara lain buku bacaan, buku pengayaan, dan buku referensi terutama yang menunjang penguatan pendidikan karakter dan pengembangan literasi Sekolah sesuai dengan mekanisme PBJ Sekolah. 
c. Langganan koran dan/atau majalah atau publikasi berkala yang terkait dengan pendidikan, baik melalui luring maupun melalui daring. 
d.   Pemeliharaan atau pembelian baru buku atau koleksi perpustakaan apabila buku atau koleksi yang lama sudah tidak dapat digunakan dan/atau kurang jumlahnya. 
e.  Sekolah dapat membeli atau menyediakan buku nonteks atau bahan ajar lainnya untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah. Buku nonteks pelajaran yang dibeli harus mengacu kepada aturan yang ditetapkan oleh Kementerian. 
f.    Kegiatan pengembangan perpustakaan lainnya, antara lain pemeliharaan buku atau koleksi perpustakaan, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan, pengembangan database perpustakaan dalam rangka pengembangan digital library, pemeliharaan dan pembelian perabot perpustakaan, dan/atau pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan. 
Pembelian buku teks dan buku nonteks maksimal 20% (dua puluh persen) dari dana BOS Reguler yang diterima. 
Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan apabila kebutuhan buku teks utama bagi peserta didik, guru, dan kepala Sekolah di Sekolah telah terpenuhi. 
Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui sistem katalog elektronik. 
Dalam hal pembelian melalui sistem katalog elektronik dimaksud tidak dapat dilakukan, maka pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui mekanisme PBJ Sekolah. 

2. PPDB 
Biaya dalam rangka Biaya dalam rangka PPDB, termasuk pendataan ulang bagi peserta didik lama, antara lain: 
a.      penggandaan formulir pendaftaran; 
b.     administrasi pendaftaran; 
c.      publikasi/pengumuman PPDB; 
d.     biaya kegiatan pengenalan lingkungan Sekolah; dan/atau 
e.      penyediaan konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi. 
3. Biaya Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler 
a. Pembelian alat habis pakai praktikum komputer, olahraga, kesenian, keterampilan atau prakarya, dan kewirausahaan. Kriteria alat habis pakai mengacu pada ketentuan yang berlaku. 
b. Pembelian bahan habis pakai praktikum komputer, olahraga, kesenian, dan/atau keterampilan. Kriteria bahan habis pakai sesuai dengan mekanisme PBJ Sekolah. 
c. Pembiayaan kegiatan remedial, pengayaan materi, pemantapan persiapan ujian, dan/atau pelaksanaan try out. 
d.   Biaya untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK, antara lain untuk pembelian bahan atau komponen material perakitan, dan pengembangan e-book. 
e. Pembelian atau langganan buku digital, dan/atau aplikasi pembelajaran digital. 
f.   Kegiatan pembinaan ekstrakurikuler antara lain: ekstrakurikuler peserta didik, antara lain OSIS, pramuka, PMR, seni, olahraga, lomba kompetensi siswa, kegiatan kepemimpinan dan bela negara, UKS, dan/atau ekstrakurikuler lainnya yang sesuai dengan kondisi Sekolah. Sewa fasilitas diperbolehkan untuk ekstrakurikuler wajib. 
g. Pembiayaan kegiatan penguatan pendidikan karakter/budi pekerti dan penguatan literasi sesuai kebutuhan Sekolah. 
h.  Pembiayaan untuk pengembangan Sekolah sehat, aman, ramah anak, dan/atau menyenangkan. 
i.    Cakupan pembiayaan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c sampai dengan huruf f meliputi pembelian alat dan/atau bahan habis pakai, sewa fasilitas bilamana Sekolah tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan, penyediaan konsumsi, transportasi, dan/atau honor guru pembimbing dan jasa profesi bagi narasumber dari luar Sekolah (jika diperlukan). 
j.    Pembiayaan kegiatan program pelibatan keluarga di Sekolah, yang meliputi alat dan/atau bahan habis pakai pendukung kegiatan, penyediaan konsumsi atau transportasi panitia, dan/atau jasa profesi bagi narasumber dari luar Sekolah (jika diperlukan). 
4. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran 
Kegiatan evaluasi pembelajaran yang dapat dibiayai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, UN, dan/atau USBN. Komponen pembiayaan dari kegiatan yang dapat dibayarkan terdiri atas: 
a.    Ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau USBN yang terdiri atas: 
1)   transportasi dan penyediaan konsumsi penyusunan indikator dan penelaahan soal USBN di MGMP; 
2)       fotokopi/penggandaan soal termasuk dalam bentuk braille; 
3)     fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala Sekolah, serta dari kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik; 
4)  biaya transportasi pengawas ujian yang ditugaskan di luar Sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah; 
5)  biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan evaluasi pembelajaran dan pemeriksaan hasil ujian di Sekolah; dan/atau 
6)    biaya penulisan, pencetakan halaman belakang blanko ijazah SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB dan pencetakan SHUN. 
b.     UN berbasis kertas dan pensil terdiri atas: 
1)       honorarium pengawas; 
2)       pengiriman LJUN; 
3)       pengisian data Sekolah; 
4)       penyusunan dan pengiriman laporan; 
5)       transportasi pengembalian bahan UN; 
6)    fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala Sekolah, serta dari kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik; dan/atau 
7)    biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan ujian dan pemeriksaan hasil ujian di Sekolah. 
5. Pengelolaan Sekolah 
a.  Pembelian alat tulis kantor, yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, administrasi kantor, administrasi bursa kerja khusus, dan/atau penyiapan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1), antara lain buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, CD, flashdisk, toner, buku induk peserta didik, buku inventaris, buku rapor, buku induk guru, dan/atau alat dan/atau bahan sejenisnya. 
b.   Pembelian peralatan kebersihan Sekolah, antara lain sapu, alat pel, tempat sampah, cairan pembersih lantai, dan/atau lainnya. 
c. Pembelian dan pemasangan alat absensi bagi guru dan tenaga kependidikan, termasuk tipe finger print scan yang terkoneksi dengan Dapodik. 
d.   Pembelian peralatan kesehatan dan keselamatan antara lain tandu, stetoskop, tabung oksigen, tabung pemadam kebakaran, dan/atau alat kesehatan dan keselamatan sejenisnya. Jika peralatan yang dibeli menimbulkan aset, maka selanjutnya harus dicatatkan sebagai inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
e.      Pembiayaan Pengelolaan BOS Reguler, terdiri dari: 
1)    pembiayaan rapat di Sekolah dalam rangka penyusunan RKT atau RKAS, evaluasi pelaksanaan program BOS Reguler serta kegiatan rapat lain yang relevan dengan pelaksanaan program BOS Reguler. Pembiayaan rapat meliputi pembelian alat dan/atau bahan habis pakai, penyediaan konsumsi, dan/atau transportasi; 
2)      biaya transportasi dalam rangka pengambilan dana di bank atau kantor pos. Penyediaan konsumsi dan atau akomodasi diperbolehkan jika diperlukan (bagi Sekolah yang lokasinya jauh atau memerlukan waktu) ; 
3)    biaya transportasi dalam rangka koordinasi dan pelaporan program BOS Reguler ke dinas pendidikan provinsi. Penyediaan konsumsi dan/atau akomodasi diperbolehkan jika diperlukan (bagi Sekolah yang lokasinya jauh atau memerlukan waktu).; dan/atau 
4)  biaya penyusunan dan pengiriman laporan BOS Reguler kepada dinas pendidikan provinsi, yang meliputi biaya fotokopi dan penjilidan, penyediaan konsumsi, dan/atau transportasi penyusunan laporan. 
f.      Pembiayaan korespondensi untuk keperluan Sekolah. 
g. Biaya untuk membangun dan/atau mengembangkan serta pemeliharaan laman Sekolah dengan domain “sch.id”. Pembiayaan meliputi pembelian domain, penyediaan konsumsi, transportasi, dan/atau jasa profesi pengembang laman. 
h. Pelaksanaan pengelolaan Sekolah melalui aplikasi yang sudah disiapkan oleh Kementerian seperti perencanaan, pembukuan, dan penyusunan laporan melalui aplikasi RKAS, penyampaian laporan hasil belajar melalui aplikasi e-rapor, dan pendataan melalui aplikasi Dapodik, dengan ketentuan sebagai berikut: 
1)  biaya yang dikeluarkan untuk keseluruhan rangkaian tahapan kegiatan, mencakup: 
a)     pemasukan data; 
b)     validasi; 
c)     pemutakhiran; dan 
d)     sinkronisasi data ke dalam aplikasi; 
2) komponen pembiayaan kegiatan pada angka 1) adalah: 
a)     penggandaan formulir Dapodik; 
b)     alat dan atau bahan habis pakai pendukung kegiatan; 
c)  konsumsi dan transportasi kegiatan pemasukan data, validasi, pemutakhiran, dan sinkronisasi; 
d)     biaya warung internet (warnet) dan biaya transportasi menuju warnet, apabila tahapan penggunaan aplikasi tidak dapat dilakukan di Sekolah karena permasalahan jaringan internet; 
e) biaya transportasi lokal dalam rangka koordinasi verifikasi dan validasi data; dan/atau 
f)  honor operator aplikasi. Kebijakan pembayaran honor untuk operator aplikasi di Sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut: 
(1) kegiatan penggunaan aplikasi diupayakan untuk dikerjakan oleh tenaga administrasi yang kompeten yang sudah tersedia di Sekolah, baik yang berasal dari pegawai tetap maupun tenaga honorer, sehingga Sekolah tidak perlu menganggarkan biaya tambahan untuk pembayaran honor bulanan; dan 
(2)   apabila tidak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten, Sekolah dapat menugaskan operator aplikasi lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk honor rutin bulanan). 
i.    Sekolah yang berada di daerah terpencil dan/atau belum ada jaringan listrik dapat menyewa atau membeli genset atau panel surya termasuk peralatan pendukungnya sesuai dengan kebutuhan di daerah tersebut, termasuk biaya perawatan dan/atau perbaikan. 
j.       Pelaksanaan Sekolah hijau. 
k. Sekolah yang berada di daerah yang mengalami bencana alam berdasarkan pernyataan resmi dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, BOS Reguler dapat digunakan untuk membiayai penanggulangan dampak darurat bencana khususnya selama masa tanggap darurat. 
6.       Pengembangan Keprofesian Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah 
a.      Pembiayaan untuk Kelompok Kerja Guru (KKG), MGMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Bagi Sekolah yang memperoleh hibah (block grant) pengembangan Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS Reguler hanya untuk biaya transportasi kegiatan apabila hibah yang diterima tidak menyediakan biaya transportasi. 
b.   Menghadiri seminar, pelatihan, atau kursus yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh Sekolah. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan/atau akomodasi apabila seminar, pelatihan, atau kursus diadakan di luar Sekolah. 
c.     Mengadakan lokakarya (workshop) untuk peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum atau silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan RPP, dan/atau pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi fotokopi, konsumsi guru peserta lokakarya (workshop) yang diadakan di Sekolah, dan/atau biaya narasumber dari luar Sekolah sesuai dengan standar biaya umum daerah atau setempat. 
d.    Biaya untuk mendatangkan guru atau pengajar tamu produktif yang profesional. 
e.       Biaya untuk menambah dan meningkatkan praktik kejuruan berulang kali (lebih dari satu kali praktik). 
f.        Biaya untuk penyelenggaraan perjalanan dinas koordinasi mutu dilaksanakan minimal 2 (dua) kali dalam setahun yang diadakan oleh Kementerian. 
g.      Biaya pelaksanaan akreditasi Sekolah diantaranya belanja bahan habis pakai atau alat tulis kantor, penyediaan konsumsi dan perjalanan dinas. 
7.       Langganan Daya dan Jasa 
a.      Biaya untuk membayar langganan daya dan jasa yang mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah, antara lain listrik, telepon, air, langganan koran, majalah/publikasi berkala yang terkait dengan pendidikan, baik melalui luring maupun melalui daring, dan/atau iuran kebersihan atau sampah. 
b.        Biaya pemasangan instalasi baru apabila sudah ada jaringan di sekitar Sekolah, atau penambahan daya listrik. 
c.    Biaya langganan internet dengan cara berlangganan maupun prabayar, baik dengan fixed modem maupun dengan mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada jaringan di sekitar Sekolah. Khusus untuk penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket atau voucher sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan. Adapun biaya langganan internet melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah. 
8. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah 
Biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana Sekolah agar tetap berfungsi dan layak digunakan, meliputi: 
a.  pengecatan, perawatan, dan/atau perbaikan antara lain atap bocor, pintu, jendela, mebel, lantai, plafond, lampu/bohlam dan/atau fasilitas Sekolah lainnya yang tidak lebih dari renovasi ringan; 
b. perbaikan mebel, termasuk pembelian meja dan kursi peserta didik/guru jika meja dan kursi yang ada sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan; 
c.      perawatan dan/atau perbaikan sanitasi Sekolah (kamar mandi dan/atau WC); 
d.   Penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi Sekolah yang belum memiliki air bersih; 
e.      pembangunan jamban atau WC beserta sanitasinya bagi Sekolah yang belum memiliki prasarana tersebut; 
f.       perawatan dan/atau perbaikan instalasi listrik Sekolah; 
g.     perawatan dan/atau perbaikan saluran pembuangan air hujan; 
h. perawatan dan/atau perbaikan komputer praktek, printer, laptop Sekolah, proyektor, AC, dan/atau lainnya; 
i. perawatan dan/atau perbaikan peralatan praktik utama kejuruan sehingga dapat berfungsi; 
j.      pemeliharaan taman dan/atau fasilitas Sekolah lainnya; dan/atau 
k.    perbaikan aksesibilitas: 
1)            jalur pemandu (guiding block dan warning block); 
2)            pegangan rambat (handrail); 
3)            tangga landai (ramp); dan 
4)            tangga. 

9. Pembayaran Honor 
Pada prinsipnya pemerintah daerah dan masyarakat penyelenggara pendidikan wajib mengalokasikan honor guru yang ditugaskan pada Sekolah yang diselenggarakan. Dana BOS Reguler dapat digunakan untuk kekurangan pembayaran honor: 
a.      guru honorer; 
b.     tenaga administrasi; 
c.      pegawai perpustakaan; 
d.     penjaga sekolah; 
e.      petugas satuan pengamanan; 
f.       petugas kebersihan; dan 
g.     tenaga ahli/tenaga teknis pada mata pelajaran produktif. 
Keterangan: 
a. pembayaran honor bulanan guru atau tenaga kependidikan dan nonkependidikan honorer di Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat menggunakan dana BOS Reguler paling banyak 15% (lima belas persen) dari total BOS Reguler yang diterima; 
b. pembayaran honor bulanan guru atau tenaga kependidikan dan nonkependidikan honorer di Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat menggunakan dana BOS Reguler paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari total BOS Reguler yang diterima; 
c.      guru honor yang mendapat pembayaran honor merupakan guru honorer yang telah: 
1)         memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV; dan 
2)        mendapatkan penugasan dari Pemerintah Daerah dengan memperhatikan analisis kebutuhan guru dan menyampaikan tembusan penugasan dimaksud kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian bagi guru honor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.
10. Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran 
a.   Membeli komputer desktop atau work station berupa PC atau all in one PC untuk digunakan dalam proses pembelajaran, maksimal 5 (lima) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal: 
1)                 prosesor Core i3 atau yang setara; 
2)                 memori standar 4GB DDR3; 
3)                 hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD; 
4)                 CD/DVD drive; 
5)                 monitor LED 18,5 inci; 
6)                 sistem operasi Windows/Linux/dll; 
7)                 aplikasi terpasang word processor, spreadsheet, dan presentation; dan 
8)                 garansi 1 (satu) tahun. 
Pembelian komputer harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran. 
b.   Membeli printer atau printer plus scanner maksimal 1 (satu) unit per tahun per Sekolah. Selain untuk membeli, BOS Reguler boleh digunakan untuk perbaikan printer milik Sekolah. 
c.   Membeli laptop maksimal 1 (satu) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal: 
1)            prosesor Core i3 atau yang setara; 
2)            memori standar 4GB DDR3; 
3)            hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD; 
4)            CD/DVD drive; 
5)            monitor 14 inci; 
6)            sistem operasi Windows /Linux/dll; 
7)            aplikasi terpasang word processor, spreadsheet, dan presentation; dan 
8)            garansi 1 tahun. 
Pembelian komputer harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran. 
d. Membeli proyektor maksimal 5 (lima) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal: 
1)            sistem DLP; 
2)            resolusi XGA; 
3)            brightness 3000 lumens; 
4)            contras ratio 15.000:1; 
5)            input HDMI, VGA, Composite, S-Video; dan 
6)            garansi 1 (satu) tahun. 
Pembelian proyektor harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran. 
Keterangan: 
a.   komputer desktop atau workstation, printer atau printer scanner, laptop, dan/atau proyektor harus dibeli di penyedia barang yang memberikan garansi resmi; 
b. proses pengadaan barang oleh Sekolah harus sesuai dengan mekanisme PBJ Sekolah; dan 
c.    peralatan di atas harus dicatat sebagai inventaris Sekolah. 
11. Penyelenggaraan BKK SMALB, Prakerin atau PKL, dan Pemagangan 
a. Biaya untuk penyelenggaraan BKK SMALB, antara lain penggandaan bahan, penyediaan konsumsi, belanja bahan habis pakai atau alat tulis kantor, dan/atau perjalanan dinas pengelola BKK SMALB untuk pengembangan kerjasama, verifikasi, pendampingan ke industri, dan/atau evaluasi. 
b.    Biaya untuk penyelenggaraan praktik kerja industri atau lapangan bagi peserta didik SMALB, diantaranya perjalanan dinas pembimbing mencari tempat praktek, bimbingan, atau pemantauan peserta didik praktek. 
c.   Biaya untuk pemantauan kebekerjaan lulusan SMALB (tracer study), diantaranya perjalanan dinas. Hasil pemantauan kebekerjaan peserta didik SMALB tiap tahunnya disampaikan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Kementerian. 
Berikut link download file lengkapnya

Demikian uraian materi Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SDLB, SMPLB, SMALB, atau SLB  semoga bermanfaat.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SMA

Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SMA

Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SMA – Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahun 2019 yang mana di sini telah kami pilah khusus penggunaan anggaran BOS untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
 Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SMA Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SMA
Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SMA
Untuk penggunaan anggaran BOS khusus SMA secara lengkap dapat disimak pada materi yang kami jelaskan berikut ini.
1. Pengembangan Perpustakaan

a. Penyediaan Buku Teks Utama
1) Sekolah wajib menyediakan buku teks utama bagi peserta didik sesuai dengan kurikulum yang digunakan.
2) Buku teks utama bagi peserta didik dibeli untuk memenuhi rasio 1 (satu) buku untuk tiap peserta didik pada tiap mata pelajaran.
3) Buku teks utama bagi guru dibeli untuk memenuhi kebutuhan buku mata pelajaran sesuai kelas yang diajarkan.
4) Buku teks utama bagi kepala Sekolah dibeli untuk memenuhi kebutuhan buku semua mata pelajaran.
5) Harga buku teks utama mengacu kepada HET yang telah ditetapkan oleh Kementerian.
6) Buku teks utama yang dibeli oleh Sekolah melalui BSE harus dijadikan pegangan oleh guru dalam proses pembelajaran di Sekolah. Buku teks utama ini digunakan sebagai buku teks utama pembelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks utama dari Kementerian.
b. Penyediaan Buku Teks Pendamping
1) Menyediakan buku teks pendamping bagi peserta didik dan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan.
2) Buku teks pendamping dibeli untuk memenuhi kebutuhan tiap mata pelajaran.
3) Buku teks pendamping yang boleh dibeli Sekolah merupakan buku teks pendamping yang telah dinilai oleh Kementerian.
c. Penyediaan buku nonteks
Sekolah dapat membeli atau menyediakan buku nonteks untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah. Buku nonteks yang dibeli harus mengacu kepada aturan yang ditetapkan oleh Kementerian.
Pembelian buku teks dan buku nonteks maksimal 20% (dua puluh persen) dari dana BOS Reguler yang diterima.
Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan apabila kebutuhan buku teks utama bagi peserta didik, guru, dan kepala Sekolah di Sekolah telah terpenuhi.
Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui sistem katalog elektronik.
Dalam hal pembelian melalui sistem katalog elektronik dimaksud tidak dapat dilakukan, maka pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui mekanisme PBJ Sekolah.
2. PPDB
Biaya dalam rangka PPDB, termasuk pendataan ulang bagi peserta didik lama, antara lain:
a. pengadaan alat tulis kantor, penggandaan formulir, penyediaan konsumsi, transportasi untuk koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan publikasi atau pengumuman PPDB, dan biaya layanan PPDB dalam jaringan (daring) (tidak termasuk sewa aplikasi PPDB);
b. penentuan peminatan bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan tes bakat skolastik atau tes potensi akademik bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat; dan/atau
c. biaya kegiatan pengenalan lingkungan Sekolah terdiri atas pengadaan alat tulis kantor, fotokopi bahan atau materi, pembelian alat dan atau bahan habis pakai, penyediaan konsumsi, dan/atau transportasi dan jasa profesi bagi narasumber dari luar Sekolah.
3. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
a. Pembelian alat habis pakai praktikum ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPA), bahasa, komputer, olahraga, kesenian, keterampilan atau prakarya dan kewirausahaan. Kriteria alat habis pakai sesuai dengan mekanisme PBJ Sekolah.
b. Pembelian bahan habis pakai praktikum IPA, IPS, bahasa, komputer, olahraga, kesenian, dan/atau keterampilan. Kriteria bahan habis pakai mekanisme PBJ Sekolah.
c. Pembiayaan kegiatan remedial, pengayaan materi, pemantapan persiapan ujian dan/atau pelaksanaan try out.
d. Biaya untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK, misalnya untuk pembelian bahan atau komponen material perakitan, dan pengembangan e-book.
e. Pembelian atau langganan buku digital, dan/atau aplikasi pembelajaran digital.
f. Kegiatan pembinaan ekstrakurikuler antara lain pramuka, Paskibra, dan ekstrakurikuler lainnya yang sesuai dengan kondisi sekolah. Sewa fasilitas diperbolehkan untuk ekstrakurikuler wajib.
g. Pembiayaan kegiatan penguatan pendidikan karakter atau budi pekerti dan penguatan literasi sesuai dengan kebutuhan Sekolah.
h. Cakupan pembiayaan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf e terdiri atas:
1) pembelian alat dan/atau bahan habis pakai;
2) konsumsi;
3) transportasi pendidik, tenaga kependidikan, pembimbing, narasumber lokal;
4) honor pembimbing ekstrakurikuler; dan
5) jasa profesi narasumber.
i. Dana BOS Reguler tidak untuk membiayai kegiatan pembinaan atau lomba di luar Sekolah, kecuali untuk ektrakurikuler wajib pramuka.
4. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran

a. Ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, US, US berbasis komputer, dan/atau USBN terdiri atas:
1) penggandaan soal;
2) penggandaan laporan pelaksanaan hasil ulangan atau ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala Sekolah, serta dari kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
3) biaya transportasi pengawas ujian yang ditugaskan di luar Sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;
4) biaya penyediaan konsumsi penyelenggaraan kegiatan evaluasi pembelajaran dan pemeriksaan hasil ujian di Sekolah; dan
5) transportasi dan konsumsi penyusunan indikator dan penelaahan soal USBN di MGMP.
b. UN berbasis kertas dan pensil terdiri atas:
1. honorarium pengawas;
2) pengiriman lembar jawaban ujian nasional (LJUN);
3) pengisian data Sekolah;
4) penyusunan dan pengiriman laporan;
5) transportasi pengembalian bahan UN;
6) fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala Sekolah, serta dari kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik; dan/atau
7) biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan ujian dan pemeriksaan hasil ujian di Sekolah.
c. Simulasi dan pelaksanaan UN berbasis komputer terdiri atas:
1) honorarium teknisi;
2) honorarium pengawas;
3) honorarium proktor;
4) sinkronisasi UN;
5) pengisian data Sekolah;
6) penyusunan dan pengiriman laporan;
7) transportasi pengembalian bahan UN;
8) fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala Sekolah, serta dari kepala Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik; dan/atau
9) biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan ujian dan pemeriksaan hasil ujian di Sekolah.

5. Pengelolaan Sekolah

a. Pembelian alat dan atau bahan habis pakai yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan pembelajaran, administrasi dan layanan umum, tata usaha dan perkantoran.
b. Pembelian dan pemasangan alat absensi bagi guru dan staf Sekolah lainnya, termasuk tipe finger print scan yang terkoneksi dengan Dapodik.
c. Pembelian peralatan kesehatan dan keselamatan antara lain: tandu, stetoskop, tabung oksigen, tabung pemadam kebakaran, dan/atau alat kesehatan dan keselamatan sejenisnya. Jika peralatan yang dibeli menimbulkan aset, maka selanjutnya harus dicatatkan sebagai inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d. Pembiayaan rapat tim BOS Reguler Sekolah meliputi: pembelian alat dan atau bahan habis pakai, penyediaan konsumsi dan atau transportasi.
e. Transportasi dalam rangka pengambilan dana untuk keperluan Sekolah di bank atau kantor pos. Penyediaan konsumsi dan atau akomodasi diperbolehkan jika diperlukan (bagi Sekolah yang lokasinya jauh atau memerlukan waktu).
f. Transportasi dalam rangka koordinasi dan pelaporan program BOS Reguler ke dinas pendidikan provinsi. Penyediaan konsumsi dan/atau akomodasi diperbolehkan jika diperlukan (bagi Sekolah yang lokasinya jauh atau memerlukan waktu).
g. Penggandaan laporan dan/atau pembiayaan korespondensi.
h. Pembiayaan untuk membangun, mengembangkan, dan/atau memelihara laman Sekolah dengan domain “sch.id”. Pembiayaan meliputi pembelian domain, konsumsi, transportasi, dan/atau jasa profesi pengembang laman.
i. Pembiayaan kegiatan pengembangan inovasi Sekolah, contoh: Sekolah hijau, Sekolah sehat, Sekolah ramah anak, sekolah adiwiyata, dan lainnya.
j. Pembiayaan kegiatan program pelibatan keluarga di Sekolah, yang meliputi pengadaan alat dan/atau bahan habis pakai untuk mendukung kegiatan, penyediaan konsumsi/transportasi panitia, dan jasa profesi bagi narasumber dari luar Sekolah (jika diperlukan).
k. Pelaksanaan pengelolaan Sekolah melalui aplikasi yang sudah disiapkan oleh Kementerian seperti perencanaan, pembukuan, dan penyusunan laporan melalui aplikasi RKAS, penyampaian laporan hasil belajar melalui aplikasi e-rapor, dan pendataan melalui aplikasi Dapodik, dengan ketentuan sebagai berikut.
1)  Biaya yang dikeluarkan untuk keseluruhan rangkaian tahapan kegiatan, mencakup:
a) pemasukan data;
b) validasi;
c) pemutakhiran; dan
d) sinkronisasi data ke dalam aplikasi.
2) Komponen pembiayaan kegiatan pada angka 1) adalah:
a) penggandaan formulir Dapodik;
b) alat dan atau bahan habis pakai pendukung kegiatan;
c) konsumsi dan transportasi kegiatan pemasukan data, validasi, pemutakhiran, dan sinkronisasi;
d) biaya warung internet (warnet) dan biaya transportasi menuju warnet, apabila tahapan penggunaan aplikasi tidak dapat dilakukan di sekolah karena permasalahan jaringan internet;
e) biaya transportasi lokal dalam rangka koordinasi verifikasi dan validasi data; dan/atau
f) honor operator aplikasi. Kebijakan pembayaran honor untuk operator aplikasi di Sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut:
  1. kegiatan penggunaan aplikasi diupayakan untuk dikerjakan oleh tenaga administrasi yang kompeten yang sudah tersedia di Sekolah, baik yang berasal dari pegawai tetap maupun tenaga honorer, sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya tambahan untuk pembayaran honor bulanan; dan
  2. apabila tidak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten, Sekolah dapat menugaskan operator aplikasi lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk honor rutin bulanan).

l. Sekolah yang berada di daerah terpencil dan belum ada jaringan listrik dapat menyewa atau membeli genset atau panel surya, termasuk peralatan pendukungnya sesuai dengan kebutuhan di daerah tersebut, termasuk biaya perawatan dan/atau perbaikan.
m. Sekolah yang berada di daerah yang mengalami bencana alam berdasarkan pernyataan resmi dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, BOS Reguler dapat digunakan untuk membiayai penanggulangan dampak darurat bencana khususnya selama masa tanggap darurat.
n. Besaran biaya disesuaikan dengan standar biaya umum setempat atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
6. Pengembangan Keprofesian Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah.
a.   Pembiayaan untuk penyelenggaraan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah di Sekolah.
Bagi Sekolah yang memperoleh hibah (block grant) pengembangan Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS Reguler hanya untuk biaya transportasi kegiatan apabila hibah yang diterima tidak menyediakan biaya transportasi.
b.   Pembiayaan untuk mengadakan kegiatan pelatihan (in house training) atau lokakarya (workshop) di Sekolah antara lain:
1)  pemantapan penerapan kurikulum atau silabus;
2)  pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan RPP;
3)  pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik; dan/atau
4)  peningkatan kualitas manajemen dan administrasi Sekolah.
Pembiayaan yang dapat dibayarkan, meliputi fotokopi bahan atau materi, pembelian alat dan/atau bahan habis pakai, penyediaan konsumsi, dan/atau transportasi dan jasa profesi bagi narasumber dari luar Sekolah.

7. Langganan Daya dan Jasa
  1. Biaya untuk membayar langganan daya dan jasa yang mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah, antara lain listrik, telepon, air, langganan koran, majalah atau publikasi berkala yang terkait dengan pendidikan baik melalui luring maupun melalui daring, dan/atau iuran kebersihan atau sampah.
  2. Biaya pemasangan instalasi listrik baru apabila sudah ada jaringan di sekitar Sekolah, dan/atau penambahan daya listrik.
  3. Biaya langganan internet dengan cara berlangganan maupun prabayar, baik dengan fixed modem maupun dengan mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada jaringan di sekitar Sekolah. Khusus untuk penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket/voucher sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan. Adapun biaya langganan internet melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah.

8.  Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana Sekolah meliputi:
a.  perbaikan kerusakan komponen nonstruktural dengan ketentuan penggantian kurang dari 30% (tiga puluh persen) dari komponen terpasang bangunan. Komponen non struktural terdiri atas:
1) penutup atap, antara lain seng, asbes, dan/atau genteng;
2) penutup plafond, antara lain GRC, triplek, dan/atau gypsum;
3) kelistrikan, antara lain aksesoris lampu, saklar, stop kontak, dan/atau instalasi jaringan;
4) kusen, kaca, daun pintu, dan/atau jendela;
5) pengecatan; dan/atau
6) penutup lantai, contoh: keramik, tegel, plester aci, dan/atau papan,
b. perbaikan mebeler, pembelian meja dan atau kursi peserta didik atau guru jika meja dan atau kursi yang ada sudah tidak berfungsi dan atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan;
c. perbaikan toilet Sekolah, tempat cuci tangan dan saluran air kotor;
d. Penyediaan sumber air bersih termasuk pompa dan instalasinya bagi Sekolah yang belum memiliki air bersih;
e. pembangunan jamban atau WC beserta sanitasinya bagi Sekolah yang belum memiliki prasarana tersebut;
f. pemeliharaan dan/atau perbaikan komputer, printer, laptop Sekolah, proyektor, dan/atau AC; dan/atau
g. pemeliharaan dan/atau perbaikan peralatan praktikum.
9. Pembayaran Honor
Pada prinsipnya pemerintah daerah dan masyarakat penyelenggara pendidikan wajib mengalokasikan honor guru yang ditugaskan pada Sekolah yang diselenggarakan. Dana BOS Reguler dapat digunakan untuk pembayaran kekurangan honor guru pada jenjang SMA, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. dana BOS Reguler untuk membayar honor guru pada Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah paling banyak 15% (lima belas persen) dari total BOS Reguler yang diterima;
b. dana BOS Reguler untuk membayar honor guru pada Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari total BOS Reguler yang diterima;
c. guru yang mendapat pembayaran honor merupakan guru honorer yang telah:
1) memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV; dan
2) mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah dengan memperhatikan analisis kebutuhan guru dan menyampaikan tembusan penugasan dimaksud kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian bagi guru honor pada Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.
10. Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran
a. Membeli komputer desktop atau work station berupa PC atau all in one PC untuk digunakan dalam proses pembelajaran, maksimal 5 (lima) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal:
1) prosesor Core i3 atau yang setara;
2) memori standar 4GB DDR3;
3) hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD;
4) CD/DVD drive;
5) monitor LED 18,5 inci;
6) sistem operasi Windows/Linux/dll;
7) aplikasi terpasang word processor, spreadsheet, dan presentation; dan
8) garansi 1 (satu) tahun.
Pembelian komputer harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran.
b. Membeli printer atau printer plus scanner maksimal 1 (satu) unit per tahun per Sekolah. Selain untuk membeli, BOS Reguler boleh digunakan untuk perbaikan printer milik Sekolah.
c. Membeli laptop maksimal 1 (satu) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal:
1) prosesor Core i3 atau yang setara;
2) memori standar 4GB DDR3;
3) hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD;
4) CD/DVD drive;
5) monitor 14 inci;
6) sistem operasi Windows /Linux/dll; dan
7) aplikasi terpasang word processor, spreadsheet, dan presentation; dan
8) garansi 1 tahun.
Pembelian laptop harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran.
d. Membeli proyektor maksimal 5 (lima) unit per tahun per Sekolah dengan spesifikasi minimal:
1) sistem DLP;
2) resolusi XGA;
3) brightness 3000 lumens;
4) contras ratio 15.000:1;
5) input HDMI, VGA, Composite, S-Video; dan
6) garansi 1 (satu) tahun.
Pembelian proyektor harus mempertimbangkan efisiensi penggunaan anggaran.
Download juga:

Juknis BOS Reguler tahun 2019

Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SD

Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SMP

Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Khusus SMK

Keterangan:

  1. komputer desktop atau workstation, printer atau printer scanner, laptop, dan/atau proyektor harus dibeli di penyedia barang yang memberikan garansi resmi;
  2. proses pengadaan barang oleh Sekolah sesuai dengan mekanisme PBJ Sekolah; dan
  3. peralatan di atas harus dicatat sebagai inventaris Sekolah.

Komponen Pembiayaan BOS Reguler SMA Tahun 2019.pdf

Demikian uraian materi Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SMA semoga bermanfaat


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Lengkap – Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019

Lengkap – Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019

Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019 – Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), sedah barang tentu siswa dan siswi akan melaksanakan Try Out disekolahnya masing masing, Untuk persiapan menuju Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) lebih matang. Siswa dan siswi dituntut agar dapat menyelesaikan soal soal dari kelas 4 hingga kelas 6. 
 Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Lengkap - Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019
Lengkap – Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019
Soal-soal tersebut sering diuji cobakan pada pelaksanaan Try Out (latiahan ujian) dan biasanya sekolah sudah mempersiapkan soal tersebut. Nah kali ini untuk melengkapi berbagai kemungkinan soal yang bakal keluar di saat ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) telah kami persiapkan  juga soal try out untuk kalian yang akan menghadapi masa masa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) nantinya.
Mau tidak mau mulai tahun pelajaran 2017/2018 pemerintah melalui dinas terkait telah diadakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk peserta didik kelas 6 SD. USBN di tingkat Sekolah Dasar hanya menguji tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kisi-Kisi soal USBN SD tahun pelajaran 2018/2019 sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai acuan dalam menyusun soal ujian.
Kisi-kisi digunakan sebagai acuan penyusunan soal USBN SD/MI yang menggunakan materi irisan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Format kisi-kisi USBN tahun 2018 memuat level kognitif dan ruang lingkup materi. Soal yang diujikan dalam USBN SD tahun 2018 adalah bentuk soal pilihan ganda dan uraian.
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI dan sederajat sudah semakin dekat, dan ujian akan dilaksanakan sekitar awal bulan Mei 2018. Pelajari semua indikator yang ada pada kisi-kisi soal USBN SD tahun 2018 dan perbanyak latihan soal. Berikut contoh soal try out dan prediksi USBN SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 mata pelajaran Matematika yang disertai dengan kunci jawabannya.
Untuk contoh soal Try Out Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) full Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenjang SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019. Soal USBN bisa anda gunakan sebagai referensi dalam belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi UN SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019.
Download file Lengkap Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019 berikut ini:
5 Paket Soal tryout SD/MI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia atau klik di sini
  1. Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 1.pdf
  2. Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 2.pdf
  3. Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 3.pdf
  4. Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 4.pdf
  5. Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 5.rar
  6. Kunci Soal Tryout Bhs Indonesia Paket 5.rar

5 Paket Soal tryout SD/MI Mata Pelajaran Matematika atau klik di sini
  1. Soal Tryout Matematika Paket 1.pdf
  2. Soal Tryout Matematika Paket 2.pdf
  3. Soal Tryout Matematika Paket 3.pdf
  4. Soal Tryout Matematika Paket 4.pdf
  5. Soal Tryout Matematika Paket 5.rar
  6. Kunci Soal Tryout Matematika Paket 5.rar

5 Paket Soal tryout SD/MI Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau klik di sini
  1. Soal Tryout IPA Paket 1.pdf
  2. Soal Tryout IPA Paket 2.pdf
  3. Soal Tryout IPA Paket 3.pdf
  4. Soal Tryout IPA Paket 4.pdf
  5. Soal Tryout IPA Paket 5.rar
  6. Kunci Soal Tryout IPA Paket 5.rar

Demikian uraian singkat tentang materi lengkap  Paket Soal Tryout SD/MI Tahun 2019 semoga membawa manfaat untuk menyongsong masa depan peserta didik kita.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019

5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019

5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019 – Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), sedah barang tentu siswa dan siswi akan melaksanakan Try Out disekolahnya masing masing, Untuk persiapan menuju Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) lebih matang. Siswa dan siswi dituntut agar dapat menyelesaikan soal soal dari kelas 4 hingga kelas 6. 
 Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional  5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019
5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019
Soal-soal tersebut sering diuji cobakan pada pelaksanaan Try Out (latiahan ujian) dan biasanya sekolah sudah mempersiapkan soal tersebut. Nah kali ini untuk melengkapi berbagai kemungkinan soal yang bakal keluar di saat ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) telah kami persiapkan  juga soal try out untuk kalian yang akan menghadapi masa masa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) nantinya.
Mau tidak mau mulai tahun pelajaran 2017/2018 pemerintah melalui dinas terkait telah diadakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk peserta didik kelas 6 SD. USBN di tingkat Sekolah Dasar hanya menguji tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kisi-Kisi soal USBN SD tahun pelajaran 2018/2019 sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai acuan dalam menyusun soal ujian.
Kisi-kisi digunakan sebagai acuan penyusunan soal USBN SD/MI yang menggunakan materi irisan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Format kisi-kisi USBN tahun 2018 memuat level kognitif dan ruang lingkup materi. Soal yang diujikan dalam USBN SD tahun 2018 adalah bentuk soal pilihan ganda dan uraian.

Download juga: Paket Soal Tryout Bhs Indonesia SD/MI Tahun 2019

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI dan sederajat sudah semakin dekat, dan ujian akan dilaksanakan sekitar awal bulan Mei 2018. Pelajari semua indikator yang ada pada kisi-kisi soal USBN SD tahun 2018 dan perbanyak latihan soal. Berikut contoh soal try out dan prediksi USBN SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 mata pelajaran Matematika yang disertai dengan kunci jawabannya.

Download juga: Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019

Untuk contoh soal Try Out Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) full Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenjang SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019. Soal USBN bisa anda gunakan sebagai referensi dalam belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi UN SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019.
5 Paket Soal tryout SD/MI Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Demikian uraian singkat tentang materi 5 Paket Soal Tryout IPA SD/MI Tahun 2019 semoga membawa manfaat untuk menyongsong masa depan peserta didik kita.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/

Lengkkap – 5 Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019

5 Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019

Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019 – Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), sedah barang tentu siswa dan siswi akan melaksanakan Try Out disekolahnya masing masing, Untuk persiapan menuju Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) lebih matang. Siswa dan siswi dituntut agar dapat menyelesaikan soal soal dari kelas 4 hingga kelas 6. 
 Sebelum menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Lengkkap - 5 Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019
Lengkkap – 5 Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019
Soal-soal tersebut sering diuji cobakan pada pelaksanaan Try Out (latiahan ujian) dan biasanya sekolah sudah mempersiapkan soal tersebut. Nah kali ini untuk melengkapi berbagai kemungkinan soal yang bakal keluar di saat ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) telah kami persiapkan  juga soal try out untuk kalian yang akan menghadapi masa masa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) nantinya.
Mau tidak mau mulai tahun pelajaran 2017/2018 pemerintah melalui dinas terkait telah diadakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk peserta didik kelas 6 SD. USBN di tingkat Sekolah Dasar hanya menguji tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kisi-Kisi soal USBN SD tahun pelajaran 2018/2019 sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai acuan dalam menyusun soal ujian.
Kisi-kisi digunakan sebagai acuan penyusunan soal USBN SD/MI yang menggunakan materi irisan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Format kisi-kisi USBN tahun 2018 memuat level kognitif dan ruang lingkup materi. Soal yang diujikan dalam USBN SD tahun 2018 adalah bentuk soal pilihan ganda dan uraian.
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD/MI dan sederajat sudah semakin dekat, dan ujian akan dilaksanakan sekitar awal bulan Mei 2018. Pelajari semua indikator yang ada pada kisi-kisi soal USBN SD tahun 2018 dan perbanyak latihan soal. Berikut contoh soal try out dan prediksi USBN SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 mata pelajaran Matematika yang disertai dengan kunci jawabannya.

Download juga: Paket Soal Tryout Bahasa Indonesia SD/MI Tahun 2019

Untuk contoh soal Try Out Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) full Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenjang SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019. Soal USBN bisa anda gunakan sebagai referensi dalam belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi UN SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019.
Download file Soal tryout mata Pelajaran Matematika berikut ini:

➤ Download: Soal Tryout Matematika Paket 1.pdf

Download: Soal Tryout Matematika Paket 2.pdf

Download: Soal Tryout Matematika Paket 3.pdf

Download: Soal Tryout Matematika Paket 4.pdf

Download: Soal Tryout Matematika Paket 5.rar

Download: Kunci Soal Tryout Matematika Paket 5.rar

Demikian uraian singkat tentang materi 5 Paket Soal Tryout Matematika SD/MI Tahun 2019 semoga membawa manfaat untuk menyongsong masa depan peserta didik kita.


Sumber https://sdasemrudungsatu.blogspot.com/